Kamis, 09 Mei 2013

field trip KPTT Salatiga #1

salah satu mata kuliah di semester 5 program studi Pendidikan Biologi adalah Budidaya Tanaman dan Hewan, beruntung banget dapet kesempatan untuk field trip ke KPTT di salatiga selain itu yang lebih spesial lagi perjalanan ini didampingi oleh Rm. Wir selaku dosen mata kuliah ini dan rektor Universitas SaDhar -jalan-jalan sama rektor itu sesuatu banget  :)
KPTT merupakan singkatan dari Kursus Pertanian Taman Tani, lokasinya di desa Karangduwet, Salatiga. Berangkat 9 november 2012 sampai di sana sekitar jam 17.30 dan disambut oleh bruder Bambang.
bruder bambang memperkenalkan KPTT dan yang paling aku inget adalah ketika bruder bambang bilang 
"petani itu gak punya hari libur dan petani itu adalah manager " - karena kata-kata ini jadi tambah kepengen kayak bapak, guru iya, petani iya, peternak juga iya :) -
yang namanya kuliah walaupun fieldtrip tetep aja ada presentasi, beberapa kelompok dari topik non sayuran yang maju. waktu menunjukkan pukul 21.30, ketika Rm.Wir tanya masih sanggup lanjut atau nggak, kami sok-sokan aja menyanggupi padahal perhatiannya udah nggak sepenuhnya ke presentasi :D
dan Rm.Wir dengan bijaksana mengakhiri presentasi malam itu yang diikuti dengan tepuk tangan dan teriakan penuh sukacita :D

hari ke 2

time to walking around !!
kPTT yang di desa karangduwet dibagi jadi 2 bagian yaitu kebun atas dan kebun bawah, di kebun atas ada tanaman sayuran, tanaman hias, peternakan sapi, ayam, kelinci, bebek, kambing. sedangkan di kebun bawah dominan tanaman sayuran.
kami dibagi menjadi 2 kelompok dengan 1 pendamping, disini kami dapat kesempatan untuk tanya-tanya lebih dalam tentang topik yang kami ambil. pendamping kelompokku adalah Pak Bowo yang dengan sabarnya menemani kami berkeliling dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kami :D

pak bowo (kanan) yang sedang menjelaskan tentang tanaman terong
 pada bedengan tanaman terong maupun tanaman lain ditambahkan seresah dedaunan yang dikenal dengan istilah mulsa. hal ini dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah :)

mulsa organik berupa seresah daun pada bedeng tanaman terong
 ketika berada di 'kawasan' terong kami melihat ada beberapa hama diantaranya kutu dan wereng kapas, tapi seperti kehidupan pada umumnya harus ada yang dimangsa dan pemangsa. yup, kumbang macan salah satu predator alami bagi hama-hama tadi.
kutu pada tanaman terong
                                      


--- VS ---

kumbang macan sebagai predator alami untuk hama pada tanaman terong
selain bantuan dari predator alami, kita juga bisa mengusahakan pengendalian hama dengan menggunakan perangkap diantaranya perangkap kuning dan perangkap lalat buah yang dibuat dengan bahan yang mudah didapat dan cara yang sederhana.
Perangkap kuning dibuat dengan botol bekas yang diberi warna cerah -karena hama biasanya suka warna terang/ cerah sehingga dapat menarik-, kemudian diberi lem tikus dan dipasang pada kayu yang ditancapkan disekitar bedengan.

salah satu perangkap kuning yang dipenuhi hama walaupun ada kumbang macan yang ikut nempel juga :)
pak bowo sedang menjelaskan pembuatan perangkap kuning
Perangkap lalat buah juga dibuat dengan botol bekas yang di dalamnya diberi senyawa yang dapat menarik lalat jantan, dengan demikian lalat betina tidak dapat berkembang biak.


lalat buah yang terperangkap

 tanaman juga bisa digunakan sebagai alternatif pengendali hama, yang digunakan adalah tanaman yang memiliki rasa pahit, bau menyengat, dan warna mencolok.
salah satunya bunga tembelekan ini yang banyak di tanam di sekitar bedengan.

 
         


to be continued...


Rabu, 09 Januari 2013

gantungan mimpi

' gantunglah impianmu setinggi langit ',, 
                   atau 
 ' gantungkan mimpimu 5cm di depan keningmu, biarkan dia menggantung agar dapat selalu kau lihat dan kau kejar '

kagum sama 2 quote di atas,,betapa terhormatnya kita ketika bisa ikut menghiasi langit dengan mimpi-mimpi kita dan betapa bangganya saat orang lain melihat kita sebagai orang yang hidup dengan mimpi ,,yup tiap orang memang punya sudut pandang sendiri untuk mencapai sesuatu yang diinginkan,,tapi semuanya sama yaitu pemimpi karena...
' you may say i'm a dreamer but i'm not the only one '

            kalo dilihat dari bumi, langit memang tinggi banget bahkan nggak terbatas tingginya,, mungkin hal ini yang menyebabkan orang-orang  berpikir bahwa keinginan dan impian mereka harus diletakkan di tempat yang teramat sangat tinggi dan indah dimana butuh usaha yang sangat luar biasa untuk mencapainya. tapi bisa jadi karena terlalu tinggi dan langit juga gak selalu cerah, kadang ada awan bahkan mendung yang menutupi makanya orang-orang tadi bisa lupa sama mimpi mereka yang udah terlanjur menggantung memenuhi langit.

         walaupun sebenernya awan dan mendung bisa pergi dan mimpi itu akan terlihat lagi, kalo awan mendung tadi kita anggap sebagai rintangan yang menghalangi jalan untuk mencapai mimpi besar,, kenapa kita gak berusaha lebih keras, bisa aja kita berusaha jadi angin yang akan berhembus lebih keras menyingkirkan awan-awan,,, tapi usaha itu tergantung pada keyakinan kita terhadap mimpi yang udah bergelantungan.

           nah kalo mimpi yang bergelantungan 5 cm di depan kening,, sebenernya lebih ribet lagi,,
tiap orang gak mungkin cuma punya satu mimpi kan,, paling gak 2 deh,, bayangin aja 2 tali yang di ikat pada satu pangkal,,kalo kena angin kan bisa kusut,,itu baru 2 gimana kalo lebih dari 2,,sama aja kayak mimpi yang ada kemungkinan malah saling berbenturan dan bikin kacau,,tapi selama masih ada keyakinan maka mimpi itu masih akan terlihat jadi gak bakalan lupa deh sama mimpi-mimpinya,,dan disini usaha yang dilakukan juga luar biasa keras yaitu meluruskan satu persatu mimpi dan mewujudkannya.
          
         dalam hidup seseorang pasti ada satu mimpi besar yang ingin diwujudkan,, gak peduli seberapa tinggi dan pendeknya mimpi itu digantung selama masih ada usaha dan keyakinan untuk bisa mencapainya maka mimpi itu akan terus hidup karena hidup berawal dari mimpi...

mewujudkannya dengan merangkai mimpi-mimpi kecil menjadi mimpi yang lebih besar :)
- lakukan yang menjadi bagian kita dan biarkan Tuhan melakukan bagianNya -